Oleh: kopi Air Hujan | 19 Oktober 2012

Tersingkir di Tengah-Tengah Pengguna BlackBerry

Kali ini tentang BlackBerry yang begitu populer di kalangan remaja Indonesia. Postingan ini saya kasih nama Tersingkir di Tengah-Tengah Pengguna BlackBerry, karena saya sebagai pengguna non-BB merasa sedikit dikucilkan, begitupun teman-teman saya yang sesama non-BB user.
Kisah ini berawal ketika saya mengikuti acara Gathering di Charity Club President University, semacam acara keakraban gitu bagi para anggota yang baru. Nah, setelah acaranya selesai, ada satu orang yang mengumpulkan informasi kontak dari setiap peserta dan nantinya disebarkan ke seluruh peserta. Agar nantinya bisa tetap menjaga komunikasi satu sama lain. Tetapi, 80% dari mereka semua mengirimkan PIN BB mereka, tanpa menyebutkan No.HP atau apalah yang bisa dikontak. Helloooo, I’m not a BB user here, please at least give me your phone number

Ini bukan masalah saya tidak mempunyai BB, ini bukan masalah saya benci terhadap BB, tapi ini masalah kenapa BB sudah dijadikan standarisasi dalam berkomunikasi, khususnya antara remaja Indonesia. Kalau dulu orang bertanya : eh, no.HP mu berapa? sekarang orang bertanya eh, pin BB mu berapa? Sini saya add.

Sekali lagi saya tidak benci terhadap BB dan para penggunanya, hanya saja, saya tidak menemukan fitur di BlackBerry yang akan memanjakan saya. Fitur utama yang dicari orang Indonesia dari BB adalah BlackBerry Messenger (BBM). Kenapa? Well, tipikalnya orang Indonesia sukanya ngerumpi sih. Makanya BB laku keras di kalangan pemuda.

Gak punya BB ? Ga gaul!

BB itu bagus. Notifikasi yang didapat dari Email, Facebook, Twitter lebih cepat jika dibandingkan dengan yang lain dan paket Internetnya benar-benar Unlimitied. That’s it!
Ya, hanya itu yang saya anggap bagus dari BlackBerry. Pernah teman saya mengatakan :
Pake BB itu enak, kirim gambar ga perlu bayar internet, cuma bayar sekali aja.
Mungkin yang dia bayar sekali aja adalah langganan paket BIS (Blackberry Internet Service). Perlu diketahui ya para pembaca, untuk yang bisa langganan sekarang BUKAN hanya BlackBerry. Untuk Indosat ada Indosat Internet, untuk telkomsel ada Telkomsel Flash. Dan lain-lain. Pengguna HP selain BlackBerry pun bisa mengirimkan gambar tanpa bayar, hanya bayar sekali dan selesai.
CUMA, Bedanya BIS dan paket langganan biasa adalah, BIS tidak mempunyai kuota dan benar-benar unlimitied (CMIIW) sedangkan paket langganan Internet semi-unlimitied. Apa itu semi-unlimitied? Anda akan diberi kuota pemakaian wajar, misalnya saja 1GB (Telkomsel Flash Rp. 100.000,-). Maka anda dapat menikmati kecepatan yang cukup tinggi dari Telkomsel sebanyak 1GB (Upload dan Download). Ketika batas pemakaian 1GB sudah habis, anda masih bisa Internetan tetapi kecepatan diturunkan. Itu namanya semi-unlimitied.
Tetapi, menurut pengalaman saya, pemakaian 1GB atau 500MB dalam HandPhone untuk sekedar kirim email, chatting, Facebook, Twitter, Google Maps dan sesekali streaming YouTube sudah cukup. Kecuali anda ingin menggunakan tethering koneksi Internet HP anda untuk digunakan di PC/Desktop untuk mendownload lagu dll. Maka itu akan cepat habis.
Jujur saya lebih suka Android, Windows Mobile, iOS. Kenapa? Mereka mempunyai segudang fitur untuk memanjakkan penggunanya, apalagi Android, yang basisnya Open Source. Artinya siapapun bisa mengembangkan Android menjadi lebih baik. Terlebih ribuan aplikasi dan games gratis di Market. Itu yang membuat saya tidak pernah bosan memegang HP Android saya, selalu aja ada yang baru
Entah kenapa saya tidak pernah tertarik dengan yang namanya BB, dengan BBM. Untuk chatting saya lebih suka menggunakan YM atau WhatsApp yang bisa multi-platform di iOS, Android, Symbian, BlackBerry. Kenapa? Karena menurut saya, BB itu aslinya dikeluarkan untuk orang pebisnis. Mereka membutuhkan data yang terenkripsi (ter-protect) ketika kirim mengirim Email karena Email mereka akan melewati RIM terlebih dahulu. Mungkin saya suatu saat akan menggunakan BB, tetapi bukan sebagai Handphone utama saya. Handphone utama tetap Android, iOS, atau Windows Mobile
Lalu kenapa WhatsApp kalah pamor dengan BBM? Karena BBM sudah terlalu menjamur di Indonesia, sudah kalah ekslusif dengan BBM.

Android menguasai pasar U.S dengan hampir setengahnya, BlackBerry mempunyai sekitar 15% dari penggunanya.
Lalu, kenapa di Indonesia orang pada share pin BBnya? Kenapa ga no.HP nya? Saya (tepatnya Kami pengguna non-BB) juga butuh komunikasi dengan kalian pengguna BB.


Responses

  1. Setuju bgt sama admin, bb jd standarisasi itu freak bgt, banyak hal yg bs dilakuin tanpa bb jg, benci sih engga sm bb tp aneh aja sm manusia yg nyempitin dunia mreka just by usin bb, -,.-
    Sip mending android dah walo mgkn saya jg pny pkiran mgkn suatu wkt bkal bli bb.

  2. sebagus tipe blackbarry yang dipakai, kalo tidak berlangganan sama sepertinya hp tahun 90’an ^^. nice article

  3. bner bangt gan
    buat apa bb
    bb itu mndekatkan
    tman yang jauh,
    dan menjauhkan
    teman yang dekat.
    prinsip smartphone
    chating, gaming
    and browsing
    bb gak dukung
    gaming. motonya
    bergerak “keep moving”
    tp yang punya hanya
    chating gak grak


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: