Oleh: kopi Air Hujan | 11 September 2010

Professor Termuda di US (Amerika Serikat) adalah orang Indonesia

Prof Nelson Tansu, Ph.D.Usia 25 Tahun Mengajar S-3. Dia asli orang Indonesia yang prestasinya diakui dunia internasional. Pria kelahiran Medan 20 Oktober 1977, ini sudah meraih 11 penghargaan dan memiliki tiga hak paten atas penemuan risetnya. Pada usia 25 tahun ia telah berhasil meraih gelar PhD di University of Wisconsin, Madison, dan kemudian langsung mengajar mahasiswa S-3.

Dia menjadi profesor di universitas ternama Amerika, Lehigh University, Pensilvania 18015, USA., mengajar para mahasiswa di tingkat master (S-2), doktor (S-3), bahkan post doctoral Departemen Teknik Elektro dan Komputer. Nelson tercatat sebagai profesor termuda di universitas bergengsi wilayah East Coast, Negeri Paman Sam, itu. Sebagai dosen muda, para mahasiswa dan bimbingannya justru rata-rata sudah berumur.

Lebih dari 84 hasil riset maupun karya tulisnya dipublikasikan di berbagai konferensi dan jurnal ilmiah internasional. Sering diundang menjadi pembicara utama di berbagai seminar, konferensi dan pertemuan intelektual, terutama di Washington DC.

Selain itu, dia sering datang ke berbagai kota lain di AS dan luar AS seperti Kanada, sejumlah negara di Eropa, dan Asia. Yang mengagumkan, sudah ada tiga penemuan ilmiahnya yang dipatenkan di AS, yakni bidang semiconductor nanostructure optoelectronics devices dan high power semiconductor lasers.

Di bidang itu, ia mengembangkan teknologi yang mencakup semiconductor lasers, quantum well dan quantum dot lasers, quantum intersubband lasers, InGaAsN quantum well dan quantum dots, type-II quantum well lasers, dan GaN/AlGaN/InGaN semiconductor nanostructure optoelectronic devices. Teknologi tersebut diterapkan dalam aplikasi di bidang optical communication, biochemical sensors, sistem deteksi untuk senjata, dan lainnya.

Meski sudah hampir satu dekade ia berada di AS, hingga sekarang ia masih memegang paspor hijau berlambang garuda. Pria ganteng kelahiran Medan, 20 Oktober 1977, ini mengaku mencintai Indonesia. Ia tidak malu mengakui bahwa Indonesia adalah tanah kelahirannya. “Saya sangat cinta tanah kelahiran saya. Dan saya selalu ingin melakukan yang terbaik untuk Indonesia,” katanya serius. “Bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar dan merupakan bangsa yang mampu bersaing dengan bangsa-bangsa besar lainnya. Tentu saja jika bangsa kita terus bekerja keras,” kata Nelson lagi.

Nelson Tansu adalah anak kedua di antara tiga bersaudara buah hati pasangan Iskandar Tansu dan Lily Auw yang berdomisili di Medan, Sumatera Utara. Kedua orang tua Nelson adalah pebisnis percetakan di Medan. Mereka adalah lulusan universitas di Jerman. Abang Nelson, Tony Tansu, adalah master dari Ohio, AS. Begitu juga adiknya, Inge Tansu, adalah lulusan Ohio State University (OSU). Tampak jelas bahwa Nelson memang berasal dari lingkungan keluarga berpendidikan

Nama: Prof Nelson Tansu, Ph.D
Lahir:Medan, 20 Oktober 1977
Tinggi / berat:173 / 63 kg
Orang Tua:Iskandar Tansu (Ayah) / Lily Auw (Ibu)
Saudara:Tony Tansu (abang) dan Inge Tansu (adik). Keduanya lulusan Ohio State University (OSU).

Pekerjaan:
Assistant Professor, Department of Electrical and Computer Engineering
Center for Optical Technologies, P. C. Rossin College of Engineering and Applied Science, Lehigh University
Tema Utama Penelitian:
Optoelectronic Devices for Optical and Free-Space Communications, and Quantum Nano-Photonic Material and Devices for Quantum Information Processing”

Pendidikan:
– Ph.D. in Electrical Engineering, University of Wisconsin-Madison, 1998 – Mei 2003
– B.S. in Applied Mathematics, Electrical Engineering, and Physics, University of Wisconsin-Madison, 1995 – 1998
– SMA Sutomo 1 (Medan, North Sumatra, Indonesia), 1992 – 1995

Penghargaan:
– Finalis Tim Olimpiade Fisika 2005
– Lulusan terbaik SMA Sutomo 1, Medan
– Tau Beta Pi Engineering Honors (1998), University of Wisconsin-Madison
– WARF Graduate University Fellowships (Graduate School, University of Wisconsin-Madison)
– VILAS Graduate University Fellowships (Graduate School, University of Wisconsin-Madison)
– Graduate Dissertator Travel Funding Award (Graduate School, University of Wisconsin-Madison)
– The 2003 Harold A. Peterson Best ECE Research Award-1st Prize (University of Wisconsin-Madison)
– Sigma Xi Scientific Research Society Honors (2004), Lehigh University
Who’s Who in Science and Engineering (since 2005), Inducted in 2004.

Organisasi Profesi:
– Institute of Electrical and Electronics Engineers, Laser and Electro-Optics Society (IEEE-LEOS)
– The International Society for Optical Engineering (SPIE)
– Optical Society of America (OSA)
– Tau Beta Pi Engineering Honor Society

Aktivitas Profesional:
– Technical Program Committee Member – The 7th Joint Conference on Information Sciences (JCIS) 2003 – The 2nd Symposium on Photonics, Networking and Computing (PNC) 2003, Cary, NC, USA, September 2003.

Jurnal:
– IEEE Photonic Technology Letters (published by IEEE Lasers and Electro-Optics Society)
– IEEE Journal of Quantum Electronics (published by IEEE Lasers and Electro-Optics Society)
– IEEE Journal of Selected Topics in Quantum Electronics (published by IEEE Lasers and Electro-Optics Society)
– IEE Electronics Letters (published by IEE, UK)
– IOP Semiconductor Science and Technology (published by Institute of Physics, Bristol, UK)

E-mail:
tansu@lehigh.edu


Responses

  1. Emang banyak orang Indonesia yang malah lebih mendapatkan tempat kerja layak di negara lain dari pada di Indonesia krn yg penting ada uang…wkkk…

  2. saya bangga dg prestasi orang muda asli indonesia adalah profesor Tansu ini


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: