Oleh: kopi Air Hujan | 25 April 2010

Rinda Salmun, Desainer Indonesia di Pentas Dunia

Wina – Satu lagi prestasi anak bangsa yang membanggakan di pentas dunia. Rinda Salmun, seorang desainer muda berbakat Indonesia baru saja meraih peringkat 5 besar kompetisi desainer yang diselenggarakan oleh sebuah gallery bergengsi Austria, Ringstrassen Galerien.

Sejak tahun 2004, kompetisi mode di Ringstrassen Galerien menjadi salah satu kiblat kompetisi fashion di Austria yang diikuti peserta dari seluruh dunia. Kompetisi ini merupakan ajang tahunan untuk memberikan kesempatan kepada desainer muda berbakat memperkenalkan karya kreatifnya kepada masyarakat internasional. Rinda berhasil menyisihkan 200 peserta lainnya dari berbagai negara.

Dalam kompetisi tahun 2010 ini, tema yang diambil adalah “Black and White“; merupakan inspirasi dari Coco Chanel bahwa hitam dan putih dapat berpadu dengan segala macam warna, satu perpaduan yang merupakan kecantikan absolut. Penyelenggaraan kompetisi mode kali ini bekerjasama dengan NOT JUST A LABEL, sebuah rumah mode online yang berpusat di London.

Rancangan yang diciptakan Rinda Salmun sendiri mengambil inspirasi dari warna wayang kulit dikelir (screen) dengan tokoh ksatria Srikandi yang juga merupakan koleksi final untuk desertasi S2-nya di jurusan fashion di Ravensbourne College of Design and Communication, Inggris, tempatnya menuntut ilmu.

Rancangannya tergolong kontemporer namun dinamis dengan pemilihan bahan khusus dan dihiasi aksesori yang memberikan kesan mewah dan anggun. Pemilihan tema ini adalah untuk mempromosikan budaya Indonesia (wayang) ke pasar Eropa dengan memadukan antara budaya tradisional Indonesia ke dalam gaya fashion Barat, terutama gaya fashion Inggris.

Untuk mengikuti kompetisi ini peserta sudah harus menyampaikan rancangannya ke panitia sejak Februari 2010. Dalam acara Fashion Gala Show pada tanggal 21 April yang dihadiri selebritis dan perancang mode Austria, seluruh karya penyandang peringkat tersebut ditampilkan di atas cat walk oleh peragawan dan peragawati ternama Austria. Latar belakang musik pengiring peragaan tersebut juga bertema etnis dengan nuansa gamelan yang kental.

Rinda bercerita, perjalananannya hingga bisa sampai ke Wina adalah pengalaman yang luar biasa. Akibat situasi penerbangan Eropa yang sedang kacau karena letusan gunung di Islandia, Rinda terpaksa harus melalui jalan darat dari Dubai ke kota Wina melalui Roma.

Rinda harus menyewa taksi dan menempuh perjalanan selama 13 jam hingga akhirnya bisa tiba di Kota Wina tepat pada waktunya. Ia dan keluarganya merogoh kocek pribadi untuk sewa taksi sebesar € 2.600 atau setara dengan Rp 31.000.000. Setelah bersusah payah, perjuangan Rinda membuahkan hasil yang sangat membanggakan.

Karir Rinda di bidang fashion dimulai tahun 2006 sebagai asisten pengajar di bidang figure drawing di Institut Teknologi Bandung (ITB) dan berlanjut sebagai freelance stylist di Indonesia. Dia sekarang tercatat sebagai mahasiswa pascasarjana jurusan fashion di Ravensbourne College of Design and Communication, Inggris, yang akan diselesaikannya pada bulan Oktober tahun ini.

Di samping kuliah, saat ini Rinda juga magang di Giorgio Armani divisi PR London dan sempat membantu Giles Deacon dalam penyelenggaraan fashion show Autumn/Winter 2010/2011. Untuk ke depannya, Rinda sedang mempersiapkan koleksi kedua, yang rencananya akan dipasarkan di London dan Jakarta.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: